KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Jumat, 29 Maret 2013

P2NV.COM

Pay Phone Number Verification
  Dipresentasikan oleh: kusyoto  

Hanya Dengan Memverifikasi Nomor Handphone Anda Disini dan Bergabung Sekarang Maka Anda Berpeluang Menghasilkan Profit Hingga Jutaan Rupiah Perhari, Pendaftaran 100% GRATIS...!

Images
P2nv.com merupakan sebuah program bisnis online terbaru (Satu-satunya di Dunia dan di Indonesia) dan sangat mudah dijalankan oleh siapapun meski tidak punya email. Setiap member yang bergabung akan dibayar berdasarkan jumlah pengunjung yang memverifikasi No.HP di bawah accountnya. Potensi penghasilan hingga jutaan rupiah perhari.
Cara bergabung: terlebih dahulu Anda harus mendaftar sekaligus memverifikasi No.HP yang Anda miliki, pendaftaran tidak dipungut biaya (Gratis), selanjutnya Anda akan mendapatkan sebuah link affiliasi, misalnya www.p2nv.com/?id=0853810419999. Tugas Anda hanyalah menyebarkan link affiliasi milik Anda tersebut kesemua orang baik secara online (di facebook, twitter, blog, iklan, forum, email, dll) maupun offline (via sms, menyebarkan brosur, penawaran langsung, dll).
Anda tidak perlu ragu dan khawatir promosi yang Anda lakukan tidak membuahkan hasil sebagaimana bisnis online yang pernah Anda ikuti selama ini. Disini setiap orang yang Anda datangkan kemungkinan besar pasti mendaftar karena program ini pendaftarannya gratis dan account pendaftar langsung aktif. Anda otomatis akan mendapatkan profit setiap ada yang memverifikasi No.HP di bawah account milik Anda. Perkembangan profit bisa dilihat di member area.
Jika Anda keberatan mempromosikan link affiliasi yang memperlihatkan No.HP Anda tersebut, silakan gunakan url redirect Klik Disini Untuk Membuat Url Redirect, dengan url redirect maka link Anda akan menjadi misalnya www.id.p2nv.com//7. Anda tidak perlu khawatir karena No.HP dan data yang Anda berikan pada saat mendaftar juga akan aman dan tersimpan di sistem P2nv.com, Kami akan selalu menjaga data privasi Anda dengan baik.
Kelebihan Program P2nv.com:
  1. Terobosan baru, Satu-satunya di dunia dan di Indonesia
  2. Baru launching 26 Maret 2013 (baru 3 hari)
  3. Satu-satunya bisnis online yang tidak mengharuskan member memiliki email
  4. Pendaftaran tidak dipungut biaya sepeserpun alias Gratis
  5. Keanggotaan langsung aktif (tanpa harus menunggu berjam-jam/ berhari-hari)
  6. Minimal pencairan profit hanya Rp 50.000
  7. Profit bisa dicairkan kapan saja asalkan telah mencapai minimal Rp 50.000
  8. Tersedia 3 tingkatan member
  9. Member tetap dibayar meski tidak upgrade
  10. Biaya upgrade murah dan terjangkau
Ketentuan Program P2nv.com:
  1. Maaf, ini bukan program CEPAT KAYA TANPA USAHA.
  2. Disini setiap member Kami pastikan akan mendapat penghasilan sesuai dengan tingkat keseriusan dan kegigihannya.
  3. Setiap member hanya diperbolehkan memiliki 1 account (tidak boleh mendaftar 2 kali atau lebih).
  4. Setiap member disarankan menggunakan data bank sesuai dengan nama yang terdaftar. Sebisa mungkin jangan menggunakan data bank orang lain.
  5. Password login harap kombinasikan huruf dengan angka minimal 8 karakter, Jika perlu sebaiknya kombinasikan huruf besar huruf kecil angka dan tanda baca, agar tidak mudah dijebol oleh orang lain.
Tingkatan Member:
  1. Member Free, Profit: 250/verifikasi
  2. Member Premium, Profit: 500/verifikasi
  3. Member Super Premium, Profit: 1.000/verifikasi
Bonus Upgrade
Jika ada hasil verifikasi Anda yang mengupgrade status keanggotaannya maka Anda akan mendapatkan bonus upgrade sebesar Rp 2.000 (dua ribu rupiah). Bonus upgrade ini berlaku juga bagi member free, artinya member free tetap mendapatkan bonus upgrade jika ada hasil verifikasinya yang upgrade.
Pendaftar awal status keanggotaannya ialah member free dan langsung bisa mengumpulkan profit (tetap dibayar walaupun tidak upgrade). Member free bisa mengupgrade status keanggotaannya ke member premium, dan member premium bisa mengupgrade status keanggotaannya ke member super premium. Cara upgrade bisa dilihat di member area.

Lihat 750 Pendaftar Terakhir Klik Disini

Daftar/ Verifikasi Sekarang, Dijamin Account Langsung Aktif


 No.HP Aktif:  
 Password Login:  
 Nama Lengkap:  
 Nama Bank:  
 No. Rekening:  
 Nama di Rekening:  

 


Login ke Member Area Klik Disini



Selasa, 11 Desember 2012

MEMBURU JEJEK MAHAPATIH WILWATIKTA

Mentari tampak malu-malu memancarkan bias sinarnya diantara rimbunnya dedaunan beringin kurung yang terdapat di salah kompleks bangunan istana Kerajaan lembah Indus. Kabut tipis dari lereng pegunungan Himalaya terlihat melayang pelan diantara kokohnya benteng istana. Dua orang penjaga pintu gerbang terlihat merapatkan kerah mantel tebal yang dipakainya. Kepulan asap sisa api unggun semalam masih teronggok menyisakan debu hitam. Mendadak kedua penjaga pintu gerbang ini silangkan kedua tombak yang di pegangnya manakala satu sosok bercaping bambu dengan tongkat berujung sapu lidi bermaksud melintasi pintu gerbang.
“Berhenti kisanak. Siapakah kisanak ini dan ada tujuan apa kemari..” sentak penjaga pintu gerbang itu sambil masih menyilangkan tombak satu sama lain menghalangi langkah sosok bercaping bambu ini.

Sabtu, 24 November 2012

JALAN PEDANG JALAN KSATRYA

Sungging Prabangkara sapukan pandangannya dari atas bukit. Tiga hari yang lalu Manggala yang kini mengangkat dirinya menjadi ketua partai arit iblis menemui dan meminta Sungging Prabangkara beserta keluarga meninggalkan perguruan silat sekaligus sanggar melukis bagi anak-anak di sekitar perdikan welangun untuk mengakui kedaulatan partai arit iblis. Tentu saja Sungging Prabangkara tidak menggubris permintaan Manggala.
“Tiga hari di muka. Kau harus putuskan jika tidak keselamatan keluargamu ada di tangan partai arit iblis..” ancam Manggala.
“Sekarang pun keputusan itu tetap sama kisanak Manggala..” ujar Sungging Prabangkara tenang.

Minggu, 04 November 2012

KUNTUM TERATAI DI TENGAH BELUKAR

Sosok agung penuh wibawa ini tampak tersenyum penuh welas asih. Pandangan matanya begitu teduh menyejukan kalbu manakala menatap sosok pemuda berbaju putih bercelana hitam ringkas dengan buntalan butut warna hitam di punggung kanannya yang tampak duduk bersila di atas rerumputan.
“Ananda Anggalarang. Bara dendam hanya akan membuat hidup kita berada dalam lingkaran yang menyesatkan. Membutakan mata hati dan pikiran. Menyesakan dada serta menumpulkan hati nurani yang mengakibatkan martabat sebagai manusia menjadi rendah bagai binatang”.
“Tapi ayahanda prabu. Gajah Mada telah merendahkan martabat kesatria-kesatria Padjajaran. Menginjak-injak harga diri kerabat kedaton. Membunuh orang-orang tak berdosa tanpa alasan yang jelas. Apakah saya sebagai generasi trah Padjajara hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun untuk mengembalikan wibawa Padjajaran..” ujar Anggalarang lantang namun pandangan dari pemuda gagah ini tetap santun.
“Ananda Anggalarang. Kadang apa yang ananda lihat, dengar dan rasakan belum tentu seperti kenyataannya..”
“Maksud ayahanda prabu..”
“Ananda masih ingat yang di katakana mbok mban Dalem..”
Sesaat Anggalarang kerutkan keningnya. Mencoba mengulas kembali pertemuannya dengan mban pengasuhnya ini.
“Saya ingat ayahanda prabu. Lalu apa yang harus hamba lakukan..”
“Ananda Anggalarang. Ayahanda tidak bermaksud menghalang-halangi tujuan ananda menantang duel dengan Mahapatih Wilwatikta itu. Namun ayahanda juga tidak melarang ananda mengembalikan kewibawaan Padjajaran..”
“Saya mengerti ayahanda prabu..” ujar Anggalarang pelan.
“Ananda Anggalarang. Ada baiknya sebelum ananda melaksanakan apa yang menjadi tekad dan tujuan. Ananda menyambangi perdikan Welangun di kaki sebelah tenggara pegunungan Arjuna..”
“Saya juga mempunyai pemikiran seperti itu ayahanda prabu..”
“Nah ananda Anggalarang. Ayahanda pamit..”
“Ayahanda mau kemana..Ayahanda tunggu..Ayahanda..Lingga Buana..Ayahanda..Ayahanda..”

Jumat, 12 Oktober 2012

DHARMA BAKTI PENAWAR KUTUK

Hari masih terang-terang tanah. Kicau burung seakan menyambut sang bola jagat yang perlahan muncul dari rimbun pepohonan mastaba yang banyak tumbuh di sekitar perbukitan dimana disalah satu lembah nan subur berderet puluhan rumah beratapkan rumbia melingkari sebuah bangunan yang cukup besar berlantai tiga dengan cungkup berbentuk limas. Dua orang berpakaian hijau ringkas dengan sebilah pedang tipis di pinggang kirinya terlihat terkantuk menyandar di salah satu tiang gerbang. Onggokan kayu bekas api unggun tampak menghitam dengan asap tipis masih mengepul di tiup angin di pagi hari nan sejuk itu.

 Gemuruh puluhan ladam kuda memaksa kedua orang penjaga gerbang ini terhenyak dari kantuknya. Lantas cabut pedang masing-masing menyongsong beberapa penunggang kuda yang kini berhenti sekitar lima puluh tombak dari bangunan utama lantai tiga berbentuk limas.
“Siapa Kalian dan ada keperluan apa…” sentak salah seorang penjaga pintu gerbang sambil memegang hulu pedangnya.
Tiga orang bertampang sangar serentak melompat dari punggung kuda yang di tungganginya.

Kamis, 21 Juni 2012

KERIS SANG MAHAPATIH


     Pasanggrahan yang terletak dipuncak bukit tapal kuda itu temaram di saput lembayung senja hari, guratan air terlihat turun dari sela-sela tebing di samping kanan pasanggrahan, undakan tangga batu menghiasi tiap turunan tebing yang berakhir disebuah aliran sungai kecil berair jernih, ditengah sungai diatas batu pipih satu sosok terlihat duduk bersila, hembusan angin sesekali mengibarkan rambutnya yang di biarkan tergerai sebahu, perlahan sosok yang sejak pagi terpekur dalam semedi buka perlahan kedua kelopak matanya, sorot mata yang tajam, raut wajah nan tegas terlihat di sana.

Senin, 18 Juni 2012

DUA MENTARI SATU MUSLIHAT

      Semenanjung branjangan meremang dalam kabut dini hari, semilir angin utara terasa mencucuk persendian, debur ombak terdengar bergemuruh menghantam hamparan karang, di salah satu tebing karang yang menjorok ke laut lepas dua orang bertampang gagah tengah berdiri berhadapan, sudah hampir sepenanakan nasi kedua sosok tubuh ini diam bagai patung pualam,kedua mata mereka tampak terpejam sesekali raut dari wajah keduanya berubah menegang bulir-bulir keringat menetes dari kedua sosok tubuh ini.

“kanda gegar wahana, ayahanda prabu menghendaki kakanda  hadir di kedaton”
Ujar pemuda berambut ikal dengan plat bahu dodot sutra berwarna coklat keemasan.
“dinda platik waja, lebih baik kau kembali ke kedaton..bukankah sudah aku katakana berulang kali..aku tidak tertarik dengan pemerintahan,  tempat ku di sini..kalau dinda menghendaki tahta..aku rela memberikannya pada dirimu..”
Pemuda berambut ikal bernama platik waja ini hanya bisa geleng-gelengkan kepalanya, dia tahu betul sifat kakaknya bila menghendaki satu tujuan.
“tidak bisa begitu kanda, bagaimanapun juga ayahanda prabu sudah membagi pusat pemerintahan menjadi dua…jadi saya harap kanda  menyadari tangung jawab sebagai anak tertua..”

Untuk pertama kalinya pemuda dengan gelang akar bahar di lengannya ini membuka matanya,  pandangan tajam dirasakan bak sembilu bilamana pemuda bernama gegar wahana ini memandang orang dihadapannya.

“dinda platik waja, terus terang aku bosan dengan kehidupan istana yang penuh dengan muslihat, topeng kepalsuan..apa kau tidak sadar mereka yang mengelilingi kita itu cuma tunduk dengan pangkat serta jabatan yang kita miliki bukan tulus tunduk pada gegar wahana atau platik waja..”
“tapi kakang…”
“jika tidak ada keperluan lain, pengawal mu sudah siap mengantar diri mu kembali ke kedaton…”

Platik waja hanya bisa menarik napas panjang, pemuda gagah berambut ikal ini lantas perintahkan beberapa pengawal menyiapkan tandu bagi dirinya, namun sebelum tandu yang di gotong empat pengawal sampai di hadapan platik waja, dari arah tenggara terdengar jeritan ketakutan seorang perempuan, dengan sigap

Lisensi

Lisensi Creative Commons
BHUMI DERES MILI by BHUMI DERES MILI is licensed under a Creative Commons Atribusi 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di KANG KUSYOTO, KYT.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http//:www.bhumideresmili.blogspot.com.

Total Tayangan Halaman

About

Pages

Download

Powered By Blogger

Search Box

Popular Posts

Followers