ngobrol yuukk...
Bhumi Deres Mili
@kyt_twiit
kusyoto, kyt
Love Quotes
Powered by Moon Calendar
About Me
Kang KYT Web'Blog
Categories
- Bhumi Deres Mili (14)
- Cerita Pendek (9)
- flash fiksion (2)
- KARYA BASTIAN TITO (1)
- Karya kang Kusyoto (1)
- kiriman cerpen para sahabat (1)
- kyt (1)
- P2NV.COM (1)
- Romantika Dharma Ayu Nagari (1)
- Zona Pendekar (22)
Our Partners
Powered by IP Address Locator
Blogroll
Al-Qur'an
Rabu, 12 Juni 2013
Penerbit Digital: Pendekar Sada Lanang
Penerbit Digital: Pendekar Sada Lanang: Pegarang : Kusyoto Kyt http://www.facebook.com/kusyoto.kyt Penerbit : Penerbit Digital (diterbitkan secara digital)...
Jumat, 12 April 2013
Laskar Kesanghyangan
Segera Meluncur LASKAR KESANGHYANGAN karya @kusyoto kyt!
Kesultanan Cirebon pada masa pemerintahan Kanjeng Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati merupakan pusat penyebaran agama tauhid yang sangat diperhitungkan. Namun, tidaklah mudah menjadikan Kesultanan Cirebon seperti itu. Ada banyak rintangan dan cobaan yang tidak main-main; sebuah ancaman yang tentu saja terus mengintai!
Kesultanan Cirebon pada masa pemerintahan Kanjeng Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati merupakan pusat penyebaran agama tauhid yang sangat diperhitungkan. Namun, tidaklah mudah menjadikan Kesultanan Cirebon seperti itu. Ada banyak rintangan dan cobaan yang tidak main-main; sebuah ancaman yang tentu saja terus mengintai!
Jumat, 29 Maret 2013
P2NV.COM
Pay Phone Number Verification
|
|
Selasa, 11 Desember 2012
MEMBURU JEJEK MAHAPATIH WILWATIKTA
Mentari tampak malu-malu memancarkan bias
sinarnya diantara rimbunnya dedaunan beringin kurung yang terdapat di salah
kompleks bangunan istana Kerajaan lembah Indus. Kabut tipis dari lereng
pegunungan Himalaya terlihat melayang pelan diantara kokohnya benteng istana.
Dua orang penjaga pintu gerbang terlihat merapatkan kerah mantel tebal yang
dipakainya. Kepulan asap sisa api unggun semalam masih teronggok menyisakan
debu hitam. Mendadak kedua penjaga pintu gerbang ini silangkan kedua tombak
yang di pegangnya manakala satu sosok bercaping bambu dengan tongkat berujung
sapu lidi bermaksud melintasi pintu gerbang.
“Berhenti kisanak. Siapakah kisanak ini dan ada
tujuan apa kemari..” sentak penjaga pintu gerbang itu sambil masih menyilangkan
tombak satu sama lain menghalangi langkah sosok bercaping bambu ini.
Sabtu, 24 November 2012
JALAN PEDANG JALAN KSATRYA
Sungging Prabangkara sapukan pandangannya dari
atas bukit. Tiga hari yang lalu Manggala yang kini mengangkat dirinya menjadi
ketua partai arit iblis menemui dan meminta Sungging Prabangkara beserta
keluarga meninggalkan perguruan silat sekaligus sanggar melukis bagi anak-anak
di sekitar perdikan welangun untuk mengakui kedaulatan partai arit iblis. Tentu
saja Sungging Prabangkara tidak menggubris permintaan Manggala.
“Tiga hari di muka. Kau harus putuskan jika tidak
keselamatan keluargamu ada di tangan partai arit iblis..” ancam Manggala.
“Sekarang pun keputusan itu tetap sama kisanak
Manggala..” ujar Sungging Prabangkara tenang.
Minggu, 04 November 2012
KUNTUM TERATAI DI TENGAH BELUKAR
Sosok agung penuh wibawa ini tampak tersenyum
penuh welas asih. Pandangan matanya begitu teduh menyejukan kalbu manakala menatap
sosok pemuda berbaju putih bercelana hitam ringkas dengan buntalan butut warna
hitam di punggung kanannya yang tampak duduk bersila di atas rerumputan.
“Ananda Anggalarang. Bara dendam hanya akan
membuat hidup kita berada dalam lingkaran yang menyesatkan. Membutakan mata
hati dan pikiran. Menyesakan dada serta menumpulkan hati nurani yang
mengakibatkan martabat sebagai manusia menjadi rendah bagai binatang”.
“Tapi ayahanda prabu. Gajah Mada telah
merendahkan martabat kesatria-kesatria Padjajaran. Menginjak-injak harga diri
kerabat kedaton. Membunuh orang-orang tak berdosa tanpa alasan yang jelas.
Apakah saya sebagai generasi trah Padjajara hanya berdiam diri saja tanpa
melakukan apapun untuk mengembalikan wibawa Padjajaran..” ujar Anggalarang
lantang namun pandangan dari pemuda gagah ini tetap santun.
“Ananda Anggalarang. Kadang apa yang ananda
lihat, dengar dan rasakan belum tentu seperti kenyataannya..”
“Maksud ayahanda prabu..”
“Ananda masih ingat yang di katakana mbok mban
Dalem..”
Sesaat Anggalarang kerutkan keningnya. Mencoba
mengulas kembali pertemuannya dengan mban pengasuhnya ini.
“Saya ingat ayahanda prabu. Lalu apa yang harus
hamba lakukan..”
“Ananda Anggalarang. Ayahanda tidak bermaksud
menghalang-halangi tujuan ananda menantang duel dengan Mahapatih Wilwatikta
itu. Namun ayahanda juga tidak melarang ananda mengembalikan kewibawaan
Padjajaran..”
“Saya mengerti ayahanda prabu..” ujar Anggalarang
pelan.
“Ananda Anggalarang. Ada baiknya sebelum ananda
melaksanakan apa yang menjadi tekad dan tujuan. Ananda menyambangi perdikan
Welangun di kaki sebelah tenggara pegunungan Arjuna..”
“Saya juga mempunyai pemikiran seperti itu
ayahanda prabu..”
“Nah ananda Anggalarang. Ayahanda pamit..”
“Ayahanda mau kemana..Ayahanda
tunggu..Ayahanda..Lingga Buana..Ayahanda..Ayahanda..”
Jumat, 12 Oktober 2012
DHARMA BAKTI PENAWAR KUTUK
Hari masih terang-terang tanah. Kicau burung seakan
menyambut sang bola jagat yang perlahan muncul dari rimbun pepohonan mastaba
yang banyak tumbuh di sekitar perbukitan dimana disalah satu lembah nan subur
berderet puluhan rumah beratapkan rumbia melingkari sebuah bangunan yang cukup
besar berlantai tiga dengan cungkup berbentuk limas. Dua orang berpakaian hijau
ringkas dengan sebilah pedang tipis di pinggang kirinya terlihat terkantuk
menyandar di salah satu tiang gerbang. Onggokan kayu bekas api unggun tampak
menghitam dengan asap tipis masih mengepul di tiup angin di pagi hari nan sejuk
itu.
Gemuruh
puluhan ladam kuda memaksa kedua orang penjaga gerbang ini terhenyak dari
kantuknya. Lantas cabut pedang masing-masing menyongsong beberapa penunggang
kuda yang kini berhenti sekitar lima puluh tombak dari bangunan utama lantai
tiga berbentuk limas.
“Siapa Kalian dan ada keperluan apa…” sentak salah
seorang penjaga pintu gerbang sambil memegang hulu pedangnya.
Tiga orang bertampang sangar serentak melompat dari
punggung kuda yang di tungganginya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Lisensi
BHUMI DERES MILI by BHUMI DERES MILI is licensed under a Creative Commons Atribusi 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di KANG KUSYOTO, KYT.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http//:www.bhumideresmili.blogspot.com.
Total Tayangan Halaman
About
Pages
Download
tweetr
Search Box
Popular Posts
-
Dalam tutur tanah jawi dikisahkan ketika putra tumenggung gagak singalodra dari bagelen yang bernama rd. Wiralodra membuka la...




























