Gadis belia itu pandang dengan tajam lelaki paruh baya yang ada di
hadapannya, pedang tipis masih tergenggam erat ditangannya yang
bergetar..
"cah ayu, kematian ibumu adalah takdir..mungkin cuma kebetulan saya berada disana dengan waktu yang salah.."
ujar lelaki berjubah kelabu ini serak
"terserah apa kata mu pak tua, gambar dirimu terpampang jelas sebagai bukti, kau lah penyebab kematian ibuku, tujuh belas tahun silam..."
"siapa yang menggambar diri saya cah ayu.."
"kau tidak usah tahu pak tua, sekarang terima ajalmu.."
kembali gadis belia ini ayunkan pedang tipis kearah orang tua berjubah kelabu yang dengan sigap lesatkan tubuh ke udara menghindari sabetan pedang..
"cah ayu, kematian ibumu adalah takdir..mungkin cuma kebetulan saya berada disana dengan waktu yang salah.."
ujar lelaki berjubah kelabu ini serak
"terserah apa kata mu pak tua, gambar dirimu terpampang jelas sebagai bukti, kau lah penyebab kematian ibuku, tujuh belas tahun silam..."
"siapa yang menggambar diri saya cah ayu.."
"kau tidak usah tahu pak tua, sekarang terima ajalmu.."
kembali gadis belia ini ayunkan pedang tipis kearah orang tua berjubah kelabu yang dengan sigap lesatkan tubuh ke udara menghindari sabetan pedang..






























