ngobrol yuukk...
Bhumi Deres Mili
@kyt_twiit
kusyoto, kyt
Love Quotes
Powered by Moon Calendar
About Me
Kang KYT Web'Blog
Categories
- Bhumi Deres Mili (14)
- Cerita Pendek (9)
- flash fiksion (2)
- KARYA BASTIAN TITO (1)
- Karya kang Kusyoto (1)
- kiriman cerpen para sahabat (1)
- kyt (1)
- P2NV.COM (1)
- Romantika Dharma Ayu Nagari (1)
- Zona Pendekar (22)
Our Partners
Powered by IP Address Locator
Blogroll
Al-Qur'an
Kamis, 11 Oktober 2018
Senin, 19 Juni 2017
Minggu, 18 Mei 2014
Romantika Dharma Ayu Nagari (Bara Di Bhumi Deres Mili)
Sinopsis.
Adipati Indrawijaya atau Raden Wiralodra I yang telah lengser keprabon harus kembali mengembara begitu Nagri yang di rintisnya meghadapi bencana yang tak kunjung usai. perebutan kekuasaan, penghianatan dan wabah mengerikan yang di hadapi kadipaten Dharma Ayu di bawah pemerintahan salah satu keturunannya yang menganut idiologi "pandawa sulung" membuat pendiri padukuhan lembah cimanuk ini harus mengambil tindakan yang dianggap perlu.
Sementara itu gonjang-ganjing di rimba persilatan tanah jawa semakin memanas. Ageman atau pusaka-pusaka mumpuni milik beberapa tokoh ternama seperti Mbah kuwu Sangkan, Nyimas Tanduran, Syeh Magelung Sakti, Sultan Werdinata, dan Kiageng Tepak yang hilang tanpa jejak dalam waktu bersamaan membuat para pendekar ini saling curiga, di tambah lagi kemelut antara bangsa siluman yang makin meruncing menambah carut-marut rimba hijau persilata.
Raden Brata Kelana atau Pangeran Arya Kemuning yang telah memenangkan pertempuran melawan Rajagaluh, begitu melihat eksistensi kadipaten yang dahulu bernama padukuhan lembah cimanuk semakin berkembang pesat, merasa khawatir, kadipaten tersebut dapat menyaingi kesultanan Cirebon. Dengan berbagai cara putra dalem Cirebon dari sang ibunda putri Ong-Tien ini berusaha mempengaruhi ramandanya sunan Jati Purba atau sunan Gunung Jati untuk memberi peringatan terhadap Pemangku kadipaten Dharma Ayu.
Berlatar belakang perjuangan cita dan cinta para kesatria pantai utara jawadwipa di tambah bumbu kisah asmara yang yang mengharu biru dari beberapa tokoh utamanya, pagelaran cerita ini penulis persembahkan untuk generasi muda Indramayu pada khususnya dan penerus bangsa pada umumnya. dan jadilah saksi bahwa tidak semua tindakan yang kita lakukan memerlukan sebuah alasan.
selamat membaca
jaga tanggal terbitnya hanya di blog BHUMI DERES MILI
Link: www.bhumideresmili.blogspot.com
Rabu, 30 Oktober 2013
My Fairytale My Tale: Lomba Artikel CineUs Book Trailer Bersama Smartfre...
My Fairytale My Tale: Lomba Artikel CineUs Book Trailer Bersama Smartfre...: Halo teman-teman, sudah pada tahu tentang novel CineUs karya Evi Sri Rezeki? Cerita lahirnya novel CineUs ini cukup panjang. Beraw...
Kamis, 05 September 2013
SIRNA HILANG KERTA NING BHUMI
Salah seorang dengan rambut galing bergelombang, tampak berbisik pada kawannya yang memakai jubah berwarna kuning.
“Kakang empu, siapa sebenarnya orang-orang bercadar hitam
itu?, ganas dan tak kenal ampun menghabisi lawan-lawannya…”
“Adik Jantra Bolang, kalau tidak
salah duga mereka berasal dari partai Galunggung...”
“Lalu, apa yang harus kita lakukan kakang empu
Danurwenda...?”
“Kita tetap menunggu kemunculan
ksatriya yang akan mengambil bilah Sanggabuana dari dalam kawah...” tandas
sosok berjubah kuning sambil matanya terus mengawasi sekelilingnya.
“Terus, bagaimana dengan orang-orang dari rimba hijau
persilatan yang mempunyai tujuan sama. Mengambil bilah sanggabuana dari dasar
kepunden...?”
“Ingat yang di katakana guru
kita Sifu Zen, hanya ksatriya terpilihlah yang mampu mengangkat bilah Sanggabuana
dari dasar kepunden. Dan tugas kita adalah melindungi ksatriya itu...” ujar
sosok berjubah kuning datar.
“kakang empu lihat…!!” ujar
sosok berambut galing bergelombang sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke arah
tenggara.
Rabu, 12 Juni 2013
Penerbit Digital: Pendekar Sada Lanang
Penerbit Digital: Pendekar Sada Lanang: Pegarang : Kusyoto Kyt http://www.facebook.com/kusyoto.kyt Penerbit : Penerbit Digital (diterbitkan secara digital)...
Jumat, 12 April 2013
Laskar Kesanghyangan
Segera Meluncur LASKAR KESANGHYANGAN karya @kusyoto kyt!
Kesultanan Cirebon pada masa pemerintahan Kanjeng Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati merupakan pusat penyebaran agama tauhid yang sangat diperhitungkan. Namun, tidaklah mudah menjadikan Kesultanan Cirebon seperti itu. Ada banyak rintangan dan cobaan yang tidak main-main; sebuah ancaman yang tentu saja terus mengintai!
Kesultanan Cirebon pada masa pemerintahan Kanjeng Sunan Jati Purba atau Sunan Gunung Jati merupakan pusat penyebaran agama tauhid yang sangat diperhitungkan. Namun, tidaklah mudah menjadikan Kesultanan Cirebon seperti itu. Ada banyak rintangan dan cobaan yang tidak main-main; sebuah ancaman yang tentu saja terus mengintai!
Jumat, 29 Maret 2013
P2NV.COM
Pay Phone Number Verification
|
|
Selasa, 11 Desember 2012
MEMBURU JEJEK MAHAPATIH WILWATIKTA
Mentari tampak malu-malu memancarkan bias
sinarnya diantara rimbunnya dedaunan beringin kurung yang terdapat di salah
kompleks bangunan istana Kerajaan lembah Indus. Kabut tipis dari lereng
pegunungan Himalaya terlihat melayang pelan diantara kokohnya benteng istana.
Dua orang penjaga pintu gerbang terlihat merapatkan kerah mantel tebal yang
dipakainya. Kepulan asap sisa api unggun semalam masih teronggok menyisakan
debu hitam. Mendadak kedua penjaga pintu gerbang ini silangkan kedua tombak
yang di pegangnya manakala satu sosok bercaping bambu dengan tongkat berujung
sapu lidi bermaksud melintasi pintu gerbang.
“Berhenti kisanak. Siapakah kisanak ini dan ada
tujuan apa kemari..” sentak penjaga pintu gerbang itu sambil masih menyilangkan
tombak satu sama lain menghalangi langkah sosok bercaping bambu ini.
Sabtu, 24 November 2012
JALAN PEDANG JALAN KSATRYA
Sungging Prabangkara sapukan pandangannya dari
atas bukit. Tiga hari yang lalu Manggala yang kini mengangkat dirinya menjadi
ketua partai arit iblis menemui dan meminta Sungging Prabangkara beserta
keluarga meninggalkan perguruan silat sekaligus sanggar melukis bagi anak-anak
di sekitar perdikan welangun untuk mengakui kedaulatan partai arit iblis. Tentu
saja Sungging Prabangkara tidak menggubris permintaan Manggala.
“Tiga hari di muka. Kau harus putuskan jika tidak
keselamatan keluargamu ada di tangan partai arit iblis..” ancam Manggala.
“Sekarang pun keputusan itu tetap sama kisanak
Manggala..” ujar Sungging Prabangkara tenang.
Minggu, 04 November 2012
KUNTUM TERATAI DI TENGAH BELUKAR
Sosok agung penuh wibawa ini tampak tersenyum
penuh welas asih. Pandangan matanya begitu teduh menyejukan kalbu manakala menatap
sosok pemuda berbaju putih bercelana hitam ringkas dengan buntalan butut warna
hitam di punggung kanannya yang tampak duduk bersila di atas rerumputan.
“Ananda Anggalarang. Bara dendam hanya akan
membuat hidup kita berada dalam lingkaran yang menyesatkan. Membutakan mata
hati dan pikiran. Menyesakan dada serta menumpulkan hati nurani yang
mengakibatkan martabat sebagai manusia menjadi rendah bagai binatang”.
“Tapi ayahanda prabu. Gajah Mada telah
merendahkan martabat kesatria-kesatria Padjajaran. Menginjak-injak harga diri
kerabat kedaton. Membunuh orang-orang tak berdosa tanpa alasan yang jelas.
Apakah saya sebagai generasi trah Padjajara hanya berdiam diri saja tanpa
melakukan apapun untuk mengembalikan wibawa Padjajaran..” ujar Anggalarang
lantang namun pandangan dari pemuda gagah ini tetap santun.
“Ananda Anggalarang. Kadang apa yang ananda
lihat, dengar dan rasakan belum tentu seperti kenyataannya..”
“Maksud ayahanda prabu..”
“Ananda masih ingat yang di katakana mbok mban
Dalem..”
Sesaat Anggalarang kerutkan keningnya. Mencoba
mengulas kembali pertemuannya dengan mban pengasuhnya ini.
“Saya ingat ayahanda prabu. Lalu apa yang harus
hamba lakukan..”
“Ananda Anggalarang. Ayahanda tidak bermaksud
menghalang-halangi tujuan ananda menantang duel dengan Mahapatih Wilwatikta
itu. Namun ayahanda juga tidak melarang ananda mengembalikan kewibawaan
Padjajaran..”
“Saya mengerti ayahanda prabu..” ujar Anggalarang
pelan.
“Ananda Anggalarang. Ada baiknya sebelum ananda
melaksanakan apa yang menjadi tekad dan tujuan. Ananda menyambangi perdikan
Welangun di kaki sebelah tenggara pegunungan Arjuna..”
“Saya juga mempunyai pemikiran seperti itu
ayahanda prabu..”
“Nah ananda Anggalarang. Ayahanda pamit..”
“Ayahanda mau kemana..Ayahanda
tunggu..Ayahanda..Lingga Buana..Ayahanda..Ayahanda..”
Jumat, 12 Oktober 2012
DHARMA BAKTI PENAWAR KUTUK
Hari masih terang-terang tanah. Kicau burung seakan
menyambut sang bola jagat yang perlahan muncul dari rimbun pepohonan mastaba
yang banyak tumbuh di sekitar perbukitan dimana disalah satu lembah nan subur
berderet puluhan rumah beratapkan rumbia melingkari sebuah bangunan yang cukup
besar berlantai tiga dengan cungkup berbentuk limas. Dua orang berpakaian hijau
ringkas dengan sebilah pedang tipis di pinggang kirinya terlihat terkantuk
menyandar di salah satu tiang gerbang. Onggokan kayu bekas api unggun tampak
menghitam dengan asap tipis masih mengepul di tiup angin di pagi hari nan sejuk
itu.
Gemuruh
puluhan ladam kuda memaksa kedua orang penjaga gerbang ini terhenyak dari
kantuknya. Lantas cabut pedang masing-masing menyongsong beberapa penunggang
kuda yang kini berhenti sekitar lima puluh tombak dari bangunan utama lantai
tiga berbentuk limas.
“Siapa Kalian dan ada keperluan apa…” sentak salah
seorang penjaga pintu gerbang sambil memegang hulu pedangnya.
Tiga orang bertampang sangar serentak melompat dari
punggung kuda yang di tungganginya.
Kamis, 21 Juni 2012
KERIS SANG MAHAPATIH
Pasanggrahan yang terletak dipuncak bukit
tapal kuda itu temaram di saput lembayung senja hari, guratan air terlihat
turun dari sela-sela tebing di samping kanan pasanggrahan, undakan tangga batu
menghiasi tiap turunan tebing yang berakhir disebuah aliran sungai kecil berair
jernih, ditengah sungai diatas batu pipih satu sosok terlihat duduk bersila,
hembusan angin sesekali mengibarkan rambutnya yang di biarkan tergerai sebahu,
perlahan sosok yang sejak pagi terpekur dalam semedi buka perlahan kedua kelopak
matanya, sorot mata yang tajam, raut wajah nan tegas terlihat di sana.
Senin, 18 Juni 2012
DUA MENTARI SATU MUSLIHAT
Semenanjung branjangan meremang dalam kabut
dini hari, semilir angin utara terasa mencucuk persendian, debur ombak
terdengar bergemuruh menghantam hamparan karang, di salah satu tebing karang
yang menjorok ke laut lepas dua orang bertampang gagah tengah berdiri
berhadapan, sudah hampir sepenanakan nasi kedua sosok tubuh ini diam bagai
patung pualam,kedua mata mereka tampak terpejam sesekali raut dari wajah
keduanya berubah menegang bulir-bulir keringat menetes dari kedua sosok tubuh
ini.
“kanda gegar wahana, ayahanda prabu menghendaki kakanda hadir di kedaton”
Ujar pemuda berambut ikal dengan plat bahu dodot sutra berwarna coklat
keemasan.
“dinda platik waja, lebih baik kau kembali ke kedaton..bukankah sudah
aku katakana berulang kali..aku tidak tertarik dengan pemerintahan, tempat ku di sini..kalau dinda menghendaki
tahta..aku rela memberikannya pada dirimu..”
Pemuda berambut ikal bernama platik waja ini hanya bisa geleng-gelengkan
kepalanya, dia tahu betul sifat kakaknya bila menghendaki satu tujuan.
“tidak bisa begitu kanda, bagaimanapun juga ayahanda prabu sudah membagi
pusat pemerintahan menjadi dua…jadi saya harap kanda menyadari tangung jawab sebagai anak tertua..”
Untuk pertama kalinya pemuda dengan gelang akar bahar di lengannya ini
membuka matanya, pandangan tajam
dirasakan bak sembilu bilamana pemuda bernama gegar wahana ini memandang orang
dihadapannya.
“dinda platik waja, terus terang aku bosan dengan kehidupan istana yang
penuh dengan muslihat, topeng kepalsuan..apa kau tidak sadar mereka yang
mengelilingi kita itu cuma tunduk dengan pangkat serta jabatan yang kita miliki
bukan tulus tunduk pada gegar wahana atau platik waja..”
“tapi kakang…”
“jika tidak ada keperluan lain, pengawal mu sudah siap mengantar diri mu
kembali ke kedaton…”
Platik waja hanya bisa menarik napas panjang, pemuda gagah berambut ikal
ini lantas perintahkan beberapa pengawal menyiapkan tandu bagi dirinya, namun
sebelum tandu yang di gotong empat pengawal sampai di hadapan platik waja, dari
arah tenggara terdengar jeritan ketakutan seorang perempuan, dengan sigap
Rabu, 13 Juni 2012
WIRO SABLENG
Bastian Tito (lahir 23 Agustus 1945 – wafat 2 Januari 2006
pada umur 60 tahun) adalah seorang penulis cerita silat asal Indonesia.
Karyanya yang paling terkenal adalah Wiro Sableng.
Selasa, 12 Juni 2012
kiriman naskah para sahabat
Asalamualaikum, Wr.Wb
Halaman ini saya buat khusus bagi para sahabat Bhumi deres mili yang berkenan karya tulisannya, baik berupa cerpen, cerbung, novel atau apapun di pasang di blog bhumi deres mili. silahkan kirim karya sahabat lewat email : kkusyoto@gmail.com
terimakasih
kusyoto, kyt
Admin, Blog Bhumi Deres Mili
Halaman ini saya buat khusus bagi para sahabat Bhumi deres mili yang berkenan karya tulisannya, baik berupa cerpen, cerbung, novel atau apapun di pasang di blog bhumi deres mili. silahkan kirim karya sahabat lewat email : kkusyoto@gmail.com
terimakasih
kusyoto, kyt
Admin, Blog Bhumi Deres Mili
Rabu, 09 Mei 2012
manusia bertopeng kardus
Berlin 1984
Tiga hari setelah tragedi runtuhnya gian wall. (tembok raksaksa yang memisahkan german barat dan german selatan, dibangun pada masa hitler)
Sang malam barusaja menyapa taman kota, dalam temaram lampu antik abad pertengahan sepasang muda-mudi tampak asik masuk memadu kasih, butir salju mulai menitik dari langit yg kelam, derit ayunan terdengar berkeriet tertiup angin utara, dari arah air mancur ditengah taman sekelebatan bayangan hitam melintas bak kilat diantara keduanya, detik berikutnya diatas salju yg putih genangan cairan kental berwarna merah merembes dipermukaannya, suasana kembali seperti semulah semakin hening mencekam seakan tak pernah terjadi apapun sebelumnya ditempat tsb.
Tiga hari setelah tragedi runtuhnya gian wall. (tembok raksaksa yang memisahkan german barat dan german selatan, dibangun pada masa hitler)
Sang malam barusaja menyapa taman kota, dalam temaram lampu antik abad pertengahan sepasang muda-mudi tampak asik masuk memadu kasih, butir salju mulai menitik dari langit yg kelam, derit ayunan terdengar berkeriet tertiup angin utara, dari arah air mancur ditengah taman sekelebatan bayangan hitam melintas bak kilat diantara keduanya, detik berikutnya diatas salju yg putih genangan cairan kental berwarna merah merembes dipermukaannya, suasana kembali seperti semulah semakin hening mencekam seakan tak pernah terjadi apapun sebelumnya ditempat tsb.
Selasa, 08 Mei 2012
DENDAM TURUNAN
Gadis belia itu pandang dengan tajam lelaki paruh baya yang ada di
hadapannya, pedang tipis masih tergenggam erat ditangannya yang
bergetar..
"cah ayu, kematian ibumu adalah takdir..mungkin cuma kebetulan saya berada disana dengan waktu yang salah.."
ujar lelaki berjubah kelabu ini serak
"terserah apa kata mu pak tua, gambar dirimu terpampang jelas sebagai bukti, kau lah penyebab kematian ibuku, tujuh belas tahun silam..."
"siapa yang menggambar diri saya cah ayu.."
"kau tidak usah tahu pak tua, sekarang terima ajalmu.."
kembali gadis belia ini ayunkan pedang tipis kearah orang tua berjubah kelabu yang dengan sigap lesatkan tubuh ke udara menghindari sabetan pedang..
"cah ayu, kematian ibumu adalah takdir..mungkin cuma kebetulan saya berada disana dengan waktu yang salah.."
ujar lelaki berjubah kelabu ini serak
"terserah apa kata mu pak tua, gambar dirimu terpampang jelas sebagai bukti, kau lah penyebab kematian ibuku, tujuh belas tahun silam..."
"siapa yang menggambar diri saya cah ayu.."
"kau tidak usah tahu pak tua, sekarang terima ajalmu.."
kembali gadis belia ini ayunkan pedang tipis kearah orang tua berjubah kelabu yang dengan sigap lesatkan tubuh ke udara menghindari sabetan pedang..
Sabtu, 24 Maret 2012
SENGKETA TANAH SEMENANJUNG
Kabut tipis dari lereng rinjani melayang pelan menuruni lembah nan subur
dibawahnya, gemericik air membuncah disela bebatuan gunung menciptakan suara
alam tak berkesudahan, sementara itu disebuah batu pipih yang terletak ditengah
sungai satu sosok berjubah kuning terlihat khusuk dengan tafakurnya, tak lama
sosok tubuh yang ternyata seorang lelaki tua bersorban hentakkan kaki dari batu
pipih yang didudukinya, tubuhnya tampak sebat menjejak dari batu yang satu
kebatu yang lain, sudut mata orang berjubah kuning ini sekilas melihat sebuah
benda timbul tenggelam terseret derasnya aliran sungai yang akan menuju
kesebuah air terjun dibawahnya, sedetik lagi benda yang ternyata satu sosok
tubuh seorang lelaki ini akan terlempar kebawah air terjun, dengan gerakan
kilat lelaki berjubah kuning sambar tubuh orang yang entah pingsan atau sudah
menemui ajal itu dan dengan ringan membawanya ketepian sungai.
Senin, 27 Februari 2012
PERGOLAKAN BHATIN SANG KSATRIA
Mentari sepenggalah ketika rd.angglarang
menginjakan kakinya disebuah tanjung berpasir putih, tanjung itu bernama wahina
terletak tiga kilometer dari kerajaan jayapurantala, ibu kota kerajaan yang
terletak disebuah kepulauan berbentuk kepala burung dengan pegunungan
legendaris “jaya wijaya” dimana salju abadi senantiasa melingkupi puncak gunung
tersebut.
“itukah pegunungan jaya
wijaya, yang pernah diceritakan ayahanda linggabuana..”
Membatin rd. anggalarang,
pemuda gagah berbaju putih calon raja padjajaran yang tengah menjalankan lelaku
atau ritual pengembaraan selama satu tahun sebelum dirinya diangkat menjadi
prabu ditatar sunda ini pindahkan buntalan bututnya dibahu kiri, kemudian
dengan ringan melangkahkan kaki menuju kearah selatan dimana meremang tersaput
kabut sebuah puncak pegunungan yang selalu dilingkupi salju abadi, pemuda ini
tidak menyadari dari tadi sepasang mata mengawasinya dengan tajam, begitu
anggalarang lesatkan badannya kearah selatan sosok yang ternyata seorang dara
jelita berbaju ungu keluar dari tempat persembunyiannya.
“pemuda itu bukan orang
sembarangan, ini kali usahaku harus berhasil..”
Setelah termenung beberapa
saat, dara ayu berbaju ungu ini lesatkan badannya yang ramping kearah dimana
rd.anggalarang pergi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Lisensi
BHUMI DERES MILI by BHUMI DERES MILI is licensed under a Creative Commons Atribusi 3.0 Unported License.
Berdasarkan karya di KANG KUSYOTO, KYT.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http//:www.bhumideresmili.blogspot.com.
Total Tayangan Halaman
About
Pages
Download
tweetr
Search Box
Popular Posts
-
Dalam tutur tanah jawi dikisahkan ketika putra tumenggung gagak singalodra dari bagelen yang bernama rd. Wiralodra membuka la...




































